Pages

.Mereka ini Best.

"I tahu U siapa dan Datang dari Mana"

http://emo.huhiho.com Okie.disebabkan ada *si polan* yang dah faham bahasa,warning yang lama tamau pakai lagi.

i tahu u guys suka masuk blog cam 'famous amous' ni kan? baca entri bombastic mr.lobaloba i kan? sentiasa menanti entri2 ~emo~ i yang sekaligus akan mem'famous amous'kan u guys kan? tunggu entri2 kontroversi i kan? sentiasa mahu mengikuti perkembangan hari bahagia i kan? huhhu... bahagianya sebab ada pembenci yang dalam pada masa yang sama suka mengikuti perkembangan blog pink ala2 pompuan yang tak berapa nak ayu ni. tocheh2... i ni tak hebat cam u guys. sgt simple tapi i pandai jaga A.D.A.B. cuma dalam my private domain ni jek i suka mencaci & mencarut cencurut so kalu i tercarutkan u, mintak maap lah yer.. (khas untuk yg terasa,kalau tak terasa takpe)

jangan malu untuk singgah2 lagi. u guys really welcome here cuma macam i pernah habaq dolu2 tu;

-who ever u are (u kenal i ker, u are my colleagues, u tak kenal i ker, kiter kawan ke atau penah jadi kawan ker, peminat i ker, pembenci i ker, kite pernah selisih bahu ker or what so ever!), where ever u come from (u come from moon, sun, planet marikh, venus, dari batang berjuntai, janda baik, london, sydney etc), what ever u think (poyo nyer minah ni, cam bagusnye minah ni, i like this minah etc) and how u feel (marah, geram, benci, suke, terkejut beruk, ~em0~ tetiba etc) when u read all entries in this blog. TOLONG JANGAN BUAT ONAR OK!-

::.i can say what ever i want coz this blog created by me.i'm the owner of this 'cam famour amous' blog.::

Thanks Kayu!
sukenye dapat cakap macam ni! ~T_T~ http://emo.huhiho.com

13.8.09

Aku Nak Jadi Cam Siti Muti'ah

Sebenarnya aku suka baca kisah2 Nabi dan Wanita-wanita hebat zaman Rasulullah s.a.w (ceh, konon2 muslimah!). Pastu nak dijadikan citer, server kat opis ni wat bengong. aku tak dapat ar nak masuk kan dalam sistem data2 abang2 yang bawak lori sampah tu... keje tergendala. bukan aku malas oh! tapi server yang takde memang ar tak bleh nak wat keje... so aku pun telah gatal tgn klik-klik kat page Puan Bunga dan go through list geng bas sekolah dia. Nak gak baca entri2 manarik yang ada dalam senarai geng ni. pastu aku terpandang satu blog dengan entri '9 Siti'. aku pun apa lagi, klik ar pada blog 'cikseroja' tu. Ingat entri '9 siti' tu entri untuk siti nurhaliza. yang kutuk2 dia ka, yang merapu pasal dia ka, bleh gak aku tumpang sekaki dok kutuk dato' siti. hahahaha.... sadisss... sadisss... tapi apa yang aku temui??? (jeng...jeng...jeng... cam suspen jek) aku jumpa artikel pasal wanita2 hebat bernama siti yang ada pada zaman Rasulullah... nampak sgt yang aku ni pun sememangnya hebat (oh! oh! sila masuk bakul pastu sendiri angkat...) pastu nampak sgt yang Allah nak bagi petunjuk kat aku agar menjadi wanita solehah (ceh!). hahahaha.... apa yang menarik hati adalah pada kisah 'siti' yang kedua terakhir dalam senarai tu iaitu 'siti muti'ah'. jarang skali aku dgr kisah pasal siti muti'ah. ada, tapi hati tidak tertarik sgt untuk mendalami / menteladani siti yang satu ini tapi tah kenapa lepas baca entri cik seroja, aku cam terpanggil nak tahu kisah siti yang satu ini. dan setelah search dalam internet, ini yang aku jumpa;

Siti Muti'ah: Dipuji Nabi, Dikagumi Fatimah


Siti Muti’ah :

"FATIMAH anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami?" tanya sang ayah yang tak lain adalah Nabi SAW. "Tentu saja, wahai ayahku"

"Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi'ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu".

Gerangan amal apakah yang dilakukan Siti Muthi'ah sehingga Rasulpun memujinya sebagai perempuan teladan? Maka bergegaslah Fatimah menuju rumah Muthi'ah dengan mengajak serta Hasan, putra Fatimah yang masih kecil itu.

Begitu gembira Muthi'ah mengetahui tamunya adalah putri Nabi besar itu. "Sungguh, bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu ini, Fatimah. Namun maafkanlah aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu lelaki dirumah ini."

"Ini Hasan putraku sendiri, ia kan masih anak-anak." kata Fatimah sambil tersenyum.

"Namun sekali lagi maafkanlah aku, aku tak ingin mengecewakan suamiku, Fatimah."

Fatimah mulai merasakan keutamaan Siti Muthi'ah. Ia semakin kagum dan berhasrat menyelami lebih dalam akhlak wanita ini. Lalu diantarlah Hasan pulang dan bergegaslah Fatimah kembali ke Muthi'ah.

Khasiat Tiga Benda 'Keramat'

"Aku jadi berdebar-debar," sambut Siti Muthi'ah, gerangan apakah yang membuatmu begitu ingin kerumahku, wahai putri Nabi?"
"Memang benarlah, Muthi'ah. Ada berita gembira buatmu dan ayahku sendirilah yang menyuruhku kesini. Ayahku mengatakan bahwa engkau adalah wanita berbudi sangat baik, karena itulah aku kesini untuk meneladanimu, Wahai Muthi'ah."

Muthi'ah gembira mendengar ucapan Fatimah, namun Muthi'ah masih ragu. "Engkau bercanda sahabatku? aku ini wanita biasa yang tidak punya keistimewaan apapun seperti yang engkau lihat sendiri."
"Aku tidak berbohong wahai Muthi'ah, karenanya ceritakan kepadaku agar aku bisa meneladaninya." Siti Muthi'ah terdiam, hening. Lalu tanpa sengaja Fatimah melihat sehelai handuk kecil, kipas dan sebilah rotan di ruangan kecil itu.

"Buat apa ketiga benda ini Muthi'ah" Siti Muthi'ah tersenyam malu. Namun setelah didesah iapun bercerita. "Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan handuk kecil ini hingga kering keringatnya. Iapun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas"

"Sungguh luar biasa pekertimu, Muthi'ah. Lalu untuk apa rotan ini?"
Kemudian aku berpakaian semenarik mungkin untuknya. Setelah ia bangun dan mandi, kusiapkan pula makan dan minum untuknya. Setelah semua selesai, aku berkata kepadanya: "Oh, kakanda. Bilamana pelayananku sebagai istri dan masakanku tidak berkenan dihatimu, aku ikhlas menerima hukuman. Pukullah badanku dengan rotan ini dan sebutlah kesalahanku agar tidak kuulangi"

"Seringkah engkau dipukul olehnya, wahai Muthi'ah?" tanya Fatimah berdebar-debar.

"Tidak pernah, Fatimah. Bukan rotan yang diambilnya, justru akulah yang ditarik dan didekapnya penuh kemesraan. Itulah kebahagiaan kami sehari-hari"

"Jika demikian, sungguh luar biasa, wahai Muthi'ah. Sungguh luar biasa! Benarlah kata ayahku, engkau perempuan berbudi baik." kata Fatimah terkagum-kagum.


curi dari blog; http://hilabiyus.multiply.com/journal/item/68

hehehehe.....


No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin